Kamu ada uang berapa?
Hahaha, siang panas-panas, lagi repot garap proyek, eh di tau-tau sayangku telpon, minta tolong dianterin ke bank. Oke lah, karena saya juga sedang sumpek di kantor. Ternyata perjalanannya tidak berjalan lancar. Baru keluar kantor, eh tiba-tiba hujan. Padahal matahari panas terik menyinari bumi. Oke lah, ternyata hujannya hanya beberapa menit dan tidak tidak terlalu deras. Jadi bisa melanjutkan perjalanan dengan santai.
Sampai di bank, ternyata… BANK-NYA TUTUP!!!. Sial!!!. Terpaksa, ke cabang yang lain, yang berarti ke arah yang berlawanan. Dua kali perjalanan Pergi-pulang ke kantor. Di perjalanan ke cabang lainnya itu, ada lagi masalah. Kali ini karena salahku sendiri sih, soalnya ga’ liat rambu. Akhirnya keluar bapak penguasa jalan. Terpaksa deh minggir, berhenti dan turun. Begitu turun, pak polisi mulai berceramah panjang lebar yang diakhiri dengan pertanyaan “Ada SIM?”. Aku jawab saja, ada pak (dengan wajah sedikit memelas). Lalu dia lanjutkan dengan perkataan yang kalian pasti sudah tahu. “Sidang tanggal … jam …”. Karena tidak mau terlalu banyak urusan, akhirnya aku bilang, “Waduh pak, aku ga’ punya uang. Gimana nih?”. Terus dia giring aku masuk ke posnya, sambil mengeluarkan buku Tilang-nya. Terus dia nanya lagi, “gimana ?”. Ya aku santai saja, sambil bilang lagi, “Wah, saya bener2 ga’ punya uang nih pak.” Di ikuti dengan menunjukkan isi donpet yang hanya terdapat 3 lembar Pak Pattimura. Eh, ternyata tuh polisi bener2 miskin yah, soalnya aku bersikeras ga’ mau di sidang dengan alasan klise mirip alasan didats. Si polisi tetep ga’ percaya, trus bilang “Kamu ada uang berapa?”. Gila lu, kan udah di tunjukin tadi cuman ada 3 lembar Pak Pattimura. Eh, uang itu di embat juga ternyata. Alasan “lumayan buat bayar uang kopi”.
Huh, “thank’s to the police”, My ASS!!!